EDUKASI PASAR MODAL DAN PRODUCT MATCHING TPAKD LAMPUNG TIMUR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN

GridArt_20251211_114754773

Lampung Timur, 4 Desember 2025 — Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Edukasi Pasar Modal, Literasi Keuangan, Product Matching, serta Pembukaan Rekening Saham bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi keuangan, meningkatkan inklusi keuangan formal, serta mendorong ASN untuk lebih bijak, aman, dan visioner dalam pengelolaan keuangan.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendi; Manajer Senior OJK Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah; Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi; serta perwakilan PT Phintraco Sekuritas. Dalam sambutannya, Rustam Effendi menekankan pentingnya kesiapan ASN menghadapi dinamika ekonomi global serta perkembangan industri keuangan, termasuk pasar modal yang kini menjadi pilar penting penggerak ekonomi nasional dan daerah.

Rustam menegaskan bahwa ASN harus memiliki pemahaman komprehensif mengenai mekanisme pasar modal, instrumen investasi yang aman dan legal, serta kemampuan memanfaatkan peluang investasi secara bertanggung jawab. Ia juga menyebut bahwa peningkatan literasi pasar modal bagi ASN merupakan investasi SDM yang berdampak langsung pada kemajuan daerah. Melalui sesi product matching, ASN dapat mengenali produk keuangan legal sekaligus membuka rekening saham langsung di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Manajer Senior OJK Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TPAKD dan OJK dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan di Lampung Timur. Hal ini sejalan dengan Program Tematik TPAKD Nasional 2025: Akselerasi Pemanfaatan Produk dan Layanan Industri Keuangan Pasar Modal. Ia menambahkan bahwa meski literasi dan inklusi keuangan ASN berada pada level tinggi—masing-masing 85,80% dan 95,11%—pemahaman tentang pasar modal masih perlu ditingkatkan mengingat literasi pasar modal nasional baru mencapai 17,78% dan inklusi 1,34%.

OJK juga mengingatkan ASN agar waspada terhadap penipuan keuangan, pinjaman online ilegal, phishing, dan berbagai modus digital lainnya. Novandi menegaskan pentingnya memastikan legalitas produk dan layanan keuangan melalui daftar entitas berizin OJK, serta mendorong masyarakat melapor ke Kontak OJK 157 atau kanal resmi lainnya saat menemukan indikasi ilegal.

Melalui pembukaan rekening saham di lokasi kegiatan, OJK berharap ASN dapat mulai mengenal instrumen investasi yang aman, memahami cara kerja pasar modal, dan merencanakan keuangan jangka panjang secara disiplin. Kegiatan ini menegaskan komitmen TPAKD Lampung Timur dalam mendukung perluasan inklusi keuangan sesuai target Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan kolaborasi OJK, BEI, dan perusahaan sekuritas, TPAKD berupaya memperkuat percepatan inklusi keuangan yang aman, legal, dan berkelanjutan.

TPAKD Lampung Timur berharap kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang semakin cerdas finansial, mandiri, dan berdaya saing, serta semakin banyak memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal.

 

Editor  : fhee.transsewu.com

About The Author