TPID Kota Bandar Lampung Perkuat Sinergi Jaga Inflasi Tetap Terkendali Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H

GridArt_20260214_194122612

Transsewu.com – Bandar Lampung , Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Jumat (13/2).

Wali Kota Bandar Lampung dalam arahannya berharap inflasi Kota Bandar Lampung tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Ia menegaskan bahwa kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di daerah.

Arahan tersebut sejalan dengan penegasan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang mendorong pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah secara lebih intensif, strategis, dan tepat sasaran dalam mengawal HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Kerja sama seluruh stakeholders sangat penting dalam mengawal inflasi. InsyaaAllah, apabila kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, inflasi Kota Bandar Lampung dapat kita jaga tetap terkendali,” ujar Wali Kota, seraya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID atas kolaborasi yang telah terjalin.

Inflasi Awal Tahun Terkendali

Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,18 persen (month-to-month/mtm) dan 1,43 persen (year-on-year/yoy). Angka tersebut dinilai sebagai awal tahun yang baik dalam menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran.

Secara mtm, komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, kangkung, bayam, serta nasi dengan lauk. Sementara itu, cabai merah dan bawang merah mengalami deflasi. BPS juga mencatat bahwa Kota Bandar Lampung merupakan kota konsumsi, sehingga dinamika harga makanan jadi dan komoditas konsumsi langsung masyarakat sangat memengaruhi pergerakan inflasi.

Penguatan Strategi 4K dan Kerja Sama Antar Daerah

Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa harga komoditas global seperti jagung dan kedelai perlu menjadi perhatian, termasuk komoditas hortikultura yang tahun ini relatif minim dukungan APBN sehingga lebih bertumpu pada anggaran pemerintah daerah.

Penguatan strategi pengendalian inflasi dalam kerangka 4K—Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif—perlu disesuaikan dengan karakteristik Kota Bandar Lampung sebagai kota konsumsi. Kerja Sama Antar Daerah (KAD), baik intra maupun antarprovinsi, juga perlu diperkuat guna menjaga pasokan.

Pelaksanaan pasar murah diharapkan memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat lokasi (khususnya pasar tradisional sampel IHK), tepat waktu, dan tepat komoditas. Dari sisi komunikasi, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak serta menerapkan pola konsumsi zero waste untuk menghindari pemborosan.

Pasar Murah di 60 Titik dan Pengamanan Distribusi

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa Pemkot akan menggelar pasar murah di 20 kecamatan pada 60 titik, yakni pada 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026. Komoditas yang disediakan meliputi beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras. Edukasi pengendalian inflasi juga akan dioptimalkan melalui videotron di Bundaran Gajah.

Dari sisi pasokan, Perum Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman dan siap mendukung stabilitas selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Dinas Pangan melaporkan ketersediaan pangan relatif stabil dengan cadangan beras 15 ton untuk intervensi apabila diperlukan.

Selain itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang saat ini berjalan di tingkat Provinsi Lampung dan segera ditindaklanjuti di tingkat kota. Satgas ini bertugas memastikan harga komoditas tidak melampaui harga acuan serta menjamin keamanan dan mutu pangan.

Sementara itu, Pertamina menegaskan kesiapan menjaga ketersediaan BBM dan LPG 3 kg. Polres dan TNI juga siap mendukung pengamanan distribusi serta menjaga kondusivitas wilayah selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Menutup kegiatan, Wakil Wali Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa meskipun kondisi inflasi relatif terkendali, langkah-langkah seperti operasi pasar dan pasar murah harus tetap dioptimalkan. Dukungan Bulog, Pertamina, serta aparat keamanan dinilai krusial untuk memastikan distribusi lancar dan stabilitas harga tetap terjaga.

Dengan penguatan koordinasi, komunikasi efektif, serta kolaborasi lintas sektor, TPID Kota Bandar Lampung optimistis mampu menjaga inflasi tetap dalam sasaran sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

 

Editor : fhee. Transsewu.com

About The Author