Merawat Silaturahmi sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan

IMG-20260222-WA0240

Oleh: H. Tony Eka Candra.

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung
Wakil Ketua I Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Provinsi Lampung

Di tengah kehidupan modern yang penuh dinamika dan kesibukan, silaturahmi menjadi oase yang menyejukkan jiwa. Momentum Bulan Suci Ramadhan menghadirkan ruang refleksi untuk mempererat hubungan antarsesama, membersihkan hati, serta memperkuat nilai kasih sayang dan kepedulian sosial.

Silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan ajaran luhur yang mengandung nilai spiritual dan sosial. Dalam Islam, menjaga tali silaturahmi diyakini membawa keberkahan hidup. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari).

Ramadhan mengajarkan bahwa kesalehan ritual harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial. Ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Satu panggilan telepon, pesan maaf yang tulus, atau kunjungan sederhana dapat menjadi awal rekonsiliasi dan penguatan ukhuwah.

Silaturahmi dan Upaya P4GN

Dalam konteks kebangsaan, silaturahmi juga memiliki peran strategis dalam mendukung upaya P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Jalinan komunikasi yang erat antarwarga menjadi benteng sosial dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Ancaman narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda. Karena itu, kolaborasi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan. Melalui forum silaturahmi dan diskusi konstruktif, masyarakat dapat saling menguatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran gelap narkotika.

Para penyalahguna dan pecandu narkotika perlu dipandang sebagai korban yang harus diselamatkan melalui pendekatan rehabilitatif, sementara jaringan produsen, bandar, dan pengedar harus diberantas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pendekatan yang humanis dan tegas menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman.

Menuju Indonesia BERSINAR

Semangat silaturahmi yang terawat dengan baik akan melahirkan solidaritas sosial yang kuat. Dari sinilah harapan menuju Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba) dapat diwujudkan. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keluarga, lingkungan, dan generasi penerus bangsa dari bahaya narkotika.

Bulan Ramadhan menjadi momentum tepat untuk memperkuat komitmen tersebut. Dengan hati yang bersih, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian yang tulus, masyarakat dapat membangun ketahanan sosial yang kokoh.

Melalui silaturahmi, kita tidak hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga memperkuat fondasi moral bangsa. Semoga Ramadhan ini menjadi titik tolak lahirnya masyarakat yang lebih peduli, berintegritas, dan bersatu dalam mewujudkan Indonesia yang benar-benar bersinar.

Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. (*)

 

Editor : IFFAH.Yy|transsewu.com

About The Author