Longsor Gunung Rajabasa: Bupati Egi Tempuh 3 Km dan Tanam Pohon untuk Cegah Bencana Susulan

Screenshot_20260426_075648~2

Transsewu.com |Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung meninjau lokasi longsor di kawasan Hutan Lindung Gunung Rajabasa, Sabtu (4/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus memimpin aksi penanaman pohon sebagai langkah cepat mitigasi guna mencegah longsor susulan.

Kegiatan ini menjadi bentuk respons konkret Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap potensi bencana di kaki Gunung Rajabasa, sekaligus wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hutan lindung.

Didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto serta jajaran pejabat terkait, Bupati Egi memulai perjalanan dari Desa Sumur Kumbang. Rombongan harus menempuh pendakian sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju titik longsor yang berada di zona inti hutan lindung.

Setibanya di lokasi, Bupati Egi bersama rombongan langsung melakukan penanaman pohon untuk memperkuat struktur tanah. Sebanyak 50 bibit pohon ditanam di titik-titik yang dinilai paling rawan, terdiri dari jenis beringin dan aren.

“Hari ini kita melakukan penanaman pohon sebagai upaya penguatan tanah di area longsor. Ada sekitar 50 bibit pohon yang kita tanam,” ujar Egi di lokasi.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi medan yang cukup ekstrem serta mempertimbangkan faktor keselamatan tim di lapangan.

“Awalnya kita targetkan 200 pohon. Namun melihat kondisi yang tidak memungkinkan, kita maksimalkan 50 pohon terlebih dahulu di titik-titik yang paling krusial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa menjaga kelestarian Gunung Rajabasa merupakan tanggung jawab bersama. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah penyangga, untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kita harus sadar bahwa mencegah jauh lebih baik. Lebih baik kita menanam dan merawat pohon sekarang, daripada menyesal di kemudian hari saat bencana terjadi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor di kawasan tersebut dipicu oleh faktor alam, bukan akibat aktivitas manusia. Hal ini terlihat dari kondisi lokasi yang mulai ditumbuhi vegetasi alami, menandakan peristiwa tersebut telah terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu, titik longsor berada di zona inti Hutan Lindung Gunung Rajabasa yang tidak terdapat aktivitas pertanian maupun pembukaan lahan oleh masyarakat.

Upaya penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat daya dukung lingkungan serta meminimalkan risiko bencana di wilayah tersebut.

 

Editor : fhee

About The Author