LaSEF 2026 Perkuat Ekonomi Syariah Lampung, Transaksi Tembus Ratusan Juta dan Business Matching Rp230 Miliar

GridArt_20260512_095232382

Transsewu.com |Bandar Lampung — Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 sukses digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall, Bandar Lampung. Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia Provinsi Lampung ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung melalui pemberdayaan UMKM, penguatan industri halal, serta peningkatan literasi ekonomi syariah.

Selama tiga hari pelaksanaan, LaSEF 2026 berhasil menarik sekitar 7 ribu pengunjung dan mencatatkan penjualan hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026 yang berkolaborasi dengan OJK Provinsi Lampung.

Beragam program strategis turut dihadirkan dalam festival tersebut, mulai dari pameran UMKM, penguatan halal lifestyle, talkshow edukatif, hingga kompetisi kreatif ekonomi syariah. Lebih dari 40 pelaku usaha ambil bagian dengan menghadirkan produk kuliner, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah.

Sejumlah kompetisi juga menjadi daya tarik tersendiri, di antaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, serta Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah yang menjadi ruang pengembangan bakat bagi barista, grup nasyid, dan dai muda berbakat di Lampung. Selain itu, LaSEF 2026 menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan halal value chain dan kemandirian pangan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pembangunan daerah.

Ia menilai berbagai program yang dihadirkan sejalan dengan target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya dalam penguatan industri halal, pengembangan UMKM, serta kemandirian pesantren. Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Wakaf Sumur Produktif yang dinilai menjadi solusi konkret mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.

“Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Gubernur Lampung.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai pilar pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

LaSEF 2026 juga menjadi bagian dari Road to FESyar Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi nantinya akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026. Bank Indonesia optimistis penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan partisipasi generasi muda akan meningkatkan daya saing ekonomi syariah Lampung di tingkat regional maupun nasional.

 

Editor : fhee

About The Author