Jangan Mudah Terjebak Modus Online, Almira Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Bermedia Digital

file_000000005f688211a9f8d5939cba70c3

Transsewu.com |PRINGSEWU – Kemajuan teknologi digital yang semakin pesat memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan transaksi secara daring. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga diikuti berbagai ancaman kejahatan siber yang semakin beragam.

Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPD RI sekaligus Ketua Departemen Tenaga Kerja DPP Pengajian Al Hidayah, Almira Nabila Fauzi, yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenali serta mengantisipasi berbagai modus penipuan digital.

Pesan tersebut disampaikan Almira saat memimpin Workshop Literasi Digital bertajuk “Lindungi Diri dari Penipuan Digital di Era Ekonomi Online” yang digelar Departemen Tenaga Kerja DPP Pengajian Al Hidayah di Aula Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu, Rabu (30/7/2026).

Kegiatan yang digelar secara hybrid melalui pertemuan langsung dan Zoom tersebut diikuti anggota Pengajian Al Hidayah Kabupaten Pringsewu, pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar hingga komunitas digital.

Almira mengatakan, masyarakat saat ini tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami risiko yang muncul di ruang digital.

Menurutnya, berbagai bentuk kejahatan seperti penipuan transaksi online, phishing, pencurian data pribadi, investasi ilegal hingga penyalahgunaan identitas digital dapat menyasar siapa saja.

“Literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat dapat mengenali potensi ancaman dan menggunakan teknologi secara aman serta bertanggung jawab,” kata Almira.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diharapkan mampu lebih berhati-hati ketika menerima informasi, melakukan transaksi maupun membagikan data pribadi di internet.

“Harapannya, peserta semakin waspada, memahami langkah-langkah perlindungan diri dan mampu menjaga keluarga dari berbagai bentuk kejahatan digital,” ujarnya.

Workshop tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Pengajian Al Hidayah Dr. Iin Kandedes, M.A., Ketua Pengajian Al Hidayah Provinsi Lampung Hj. Ariyah, M.Pd., serta Ketua Pengajian Al Hidayah Kabupaten Pringsewu Lusi Ariyanti, S.H.

Sementara itu, pembukaan kegiatan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum DPP Pengajian Al Hidayah Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi digital untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di dunia maya.

Materi workshop menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pringsewu Moudy Ary Nazolla, S.TP., M.H., yang membahas keamanan siber dan perkembangan transformasi digital.

Selain itu, Dosen Institut Bakti Nusantara (IBN) Dr. Trisnawati, M.Pd., turut memberikan pembekalan melalui materi “Cerdas Berinformasi, Bijak Bertransaksi: Strategi Edukatif Menghadapi Penipuan Digital.”

Melalui kegiatan tersebut, DPP Pengajian Al Hidayah berharap masyarakat semakin memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi dan mengenali pola-pola penipuan yang berkembang di dunia digital.

Penguatan literasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih besar tanpa membuat masyarakat rentan menjadi korban kejahatan siber.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 3 pilihan judul yang lebih menarik dan bernuansa media online/Lampung untuk berita ini.(fhe)

About The Author