Kolaborasi BEM Unila bersama pemerintah dan masyarakat dorong pelestarian budaya serta promosi wisata berkelanjutan.

Screenshot_20260802_193100~2

Transsewu.com |KATIBUNG – Begawi Festival 2026 menjadi panggung kolaborasi generasi muda dalam mengangkat potensi budaya, lingkungan, dan pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) di Radin Inten Beach (eks Pantai Pasir Putih), Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, mengusung tema “Akselerasi Generasi Muda dalam Harmonisasi dan Kreativitas terhadap Kelestarian Lingkungan di Bumi Siger Lampung.”

Festival ini melibatkan ratusan mahasiswa, pelajar, dan relawan dari berbagai daerah. Selain menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi potensi wisata dan budaya Lampung Selatan kepada khalayak yang lebih luas.

Beragam kegiatan lingkungan dipadukan dengan atraksi seni dan budaya khas Lampung. Kekayaan adat Sai Batin dan Pepadun ditampilkan sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

Begawi Festival 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Lampung sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

«”Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas daerah melalui penguatan falsafah hidup masyarakat Lampung, khususnya nilai-nilai Piil Pesenggiri, agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Mirza.»

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk terus menjaga persatuan melalui pelestarian adat dan budaya.

Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya harus menjadi perekat persatuan, bukan sumber perpecahan.

«”Tokoh-tokoh adat adalah pemersatu. Kekayaan adat dan budaya jangan sampai menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Saya ingin masyarakat Lampung hidup setara, sejahtera, dan berkeadilan,” kata Zulkifli Hasan.»

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemerintah, termasuk pengembangan kawasan wisata serta koperasi desa.

Melalui penyelenggaraan Begawi Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya, pengembangan kreativitas generasi muda, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus memperluas promosi potensi wisata dan budaya Lampung Selatan.

Begawi Festival 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat warisan budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkenalkan pesona Lampung Selatan kepada masyarakat luas.(rls/fhe)

About The Author