Camat Panjang Gerak Cepat Tangani Warga Korban Tabrak Lari, Pemkot Bandar Lampung Turun Tangan

file_0000000033c47208a0cd67221545ee98

Transsewu.com – Bandar Lampung, Pemerintah Kecamatan Panjang menunjukkan langkah cepat dan nyata dalam merespons musibah kecelakaan lalu lintas yang dialami Benny Murdani (39), warga Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. Begitu informasi kondisi korban mencuat ke publik, Camat Panjang Hendry Satria Jaya langsung turun ke lapangan tanpa menunggu lama.

Didampingi Lurah Panjang Utara Sujito serta Ketua RT 005 Kampung Selirit, Camat Hendry mendatangi kediaman orang tua Benny untuk melihat langsung kondisi korban yang kini hanya bisa terbaring akibat kecelakaan tragis di Jalan Soekarno-Hatta (bypass).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk empati sekaligus langkah awal penanganan lanjutan. Usai melihat kondisi Benny, Camat Panjang segera melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

“Setelah kami cek langsung, saya langsung melapor ke Ibu Wali Kota. Bunda Eva merespons cepat dan mengarahkan agar korban segera dibantu, termasuk memastikan kepesertaan BPJS kesehatan serta koordinasi lintas sektor untuk kelanjutan perawatan,” ujar Hendry, Jumat (16/1/2026).

Tak hanya fokus pada bantuan sosial dan kesehatan, Hendry juga menegaskan komitmennya untuk mengawal aspek hukum dalam kasus tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa Benny.

“Kami akan mendorong penegakan hukum agar ada keadilan bagi Pak Benny dan keluarganya, baik terhadap terduga pelaku maupun perusahaan yang terlibat,” tegasnya.

Langkah yang diambil Camat Panjang ini mendapat perhatian positif sebagai wujud kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada rakyat. Kehadiran langsung pejabat di tengah warga dinilai menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak cukup hanya dengan administrasi, tetapi harus disertai tindakan nyata.

Sebelumnya, Benny Murdani mengalami kecelakaan serius saat pulang dari tempat kerjanya. Ia ditabrak truk tangki dari belakang hingga terjatuh, kemudian kembali terlindas dump truk Fuso. Sopir truk tangki melarikan diri dan hingga kini belum diketahui identitasnya.

Akibat kejadian tersebut, Benny mengalami luka berat, di antaranya kaki kiri remuk, paha kanan patah, serta cedera serius pada organ vital yang memaksanya menjalani tindakan medis berat. Keterbatasan ekonomi membuat perawatan hanya dilakukan di rumah dengan biaya mencapai ratusan ribu rupiah setiap dua hari.

Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak yang masih kecil, Benny kini sangat bergantung pada bantuan dan perhatian pemerintah. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas serta kehadiran negara dalam menjamin keadilan dan perlindungan bagi warganya.

 

Editor : iffa. Transsewu.com

About The Author