Di Mahasabha KMHDI, Mirza Tegaskan Pentingnya Peran Pemuda

IMG-20260401-WA0161

Transsewu.com |BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Mahasabha (Kongres Nasional) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Rabu (1/4/2026).

Pada kesempatan itu, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

Gubernur Mirza menyebut Mahasabha KMHDI merupakan momentum penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

“Di forum inilah ide-ide terbaik diuji, perbedaan pendapat disatukan menjadi kekuatan, dan arah organisasi ditentukan. Saya yakin semua yang hadir memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan organisasi semakin kuat ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan di tengah dinamika zaman yang serba cepat dan penuh tantangan informasi.

“Kita hidup di era yang viral, di mana yang viral belum tentu benar dan yang benar belum tentu didengar. Karena itu, mahasiswa harus berani menjaga kebenaran dan nilai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza memaparkan kondisi Lampung yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan sekitar 1,5 juta penduduk berprofesi sebagai petani.

Ia menyebutkan bahwa peningkatan harga komoditas seperti padi, jagung dan singkong turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.

Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), agar mampu melahirkan inovasi di berbagai sektor, termasuk pangan, UMKM, dan pariwisata.

“Ekonomi desa sudah tumbuh, sekarang kita butuh dorongan SDM agar bisa melahirkan inovasi dan kreativitas. KMHDI harus mengambil peran di sini,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga menegaskan bahwa pembangunan Lampung ke depan bertumpu pada kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi. KMHDI punya jaringan, semangat, dan kedekatan dengan masyarakat. Ini harus dimaksimalkan agar programnya benar-benar berdampak,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur Mirza menyoroti keberagaman masyarakat Lampung sebagai kekuatan utama yang harus terus dijaga.

Ia menyebut Lampung sebagai daerah yang harmonis, bukan sekadar toleran, dengan berbagai suku, agama dan budaya yang hidup berdampingan.

Lebih jauh, Gubernur Mirza juga menyinggung kontribusi besar umat Hindu, khususnya masyarakat Bali, dalam sejarah pembangunan Lampung sejak era transmigrasi tahun 1950-an.

Menurutnya, peran tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan daerah lahir dari semangat kebersamaan lintas identitas.

Gubernur Mirza juga mengangkat nilai filosofi Tri Hita Karana sebagai pedoman penting dalam menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam, yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan lingkungan dan perubahan iklim saat ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi dunia.

Ia menilai Lampung sebagai contoh nyata praktik Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman mampu dirajut menjadi kekuatan persatuan.

“Lampung adalah laboratorium kebhinekaan. Semua suku, agama dan budaya ada di sini, namun tetap rukun dan bersatu,” ujarnya.

Muzani menegaskan bahwa organisasi mahasiswa seperti KMHDI memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga ketenangan sosial, sekaligus menjadi agen edukasi di tengah masyarakat agar tidak terpengaruh oleh kepanikan global.

Menurutnya, kondisi dunia yang tidak menentu justru menuntut lahirnya kepemimpinan yang tenang, bijak, dan mampu menjaga stabilitas.

“Pengurus KMHDI yang baru dituntut untuk tetap kreatif, tetap tenang, dan terus berinovasi. Dalam situasi sulit, ketenangan adalah kunci untuk melahirkan keputusan yang jernih,” tegasnya.

Pandangan ini sejalan dengan yang disampaikan Gubernur Lampung, bahwa harmoni sosial merupakan modal utama dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Umum KMHDI periode 2023–2025 I Wayan Darmawan menegaskan bahwa peran mahasiswa saat ini tidak lagi terbatas pada gerakan kritis semata, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang terlibat langsung dalam pembangunan, sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung yang dinilai inklusif dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Hindu, sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Saya mendapat laporan bahwa dalam pembangunan di Provinsi Lampung, Pak Gubernur tidak pernah melupakan umat Hindu sebagai bagian dari masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Lampung berjalan dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Lampung tidak terlepas dari etos kerja masyarakat, khususnya umat Hindu yang banyak bergerak di sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Sejalan dengan fokus Pemprov Lampung pada sektor pertanian, KMHDI juga menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Darmawan menilai bahwa kesejahteraan harus dibangun dari akar rumput, terutama melalui sektor pertanian dan koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat.

“Kemandirian pangan dan energi adalah isu strategis. Ini tidak bisa hanya menjadi wacana, tetapi harus diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa,” ujarnya.

 

Editor : fhe

About The Author