Ekspor Lampung Melonjak di 2025, Inflasi Awal 2026 Tetap Terjaga

file_00000000224c7209b2d5f163eb25badb

Bandar Lampung | transsewu.com — Perekonomian Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan performa yang solid. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor daerah ini menembus angka US$6,64 miliar, atau tumbuh 18,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, memasuki awal 2026, kondisi inflasi masih berada dalam rentang yang terkendali.

Capaian tersebut disampaikan Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara daring, Senin (2/2/2026)

Pada Desember 2025, nilai ekspor Lampung tercatat sebesar US$661,98 juta, meningkat 16,19 persen secara tahunan. Secara akumulatif, sepanjang Januari hingga Desember 2025, ekspor Lampung naik signifikan dari US$5,59 miliar pada 2024 menjadi US$6,64 miliar.

Mayoritas ekspor tersebut, yakni 78,59 persen, dilakukan melalui pelabuhan yang berada di wilayah Lampung. Amerika Serikat, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tiga negara tujuan utama, dengan komoditas unggulan berupa lemak dan minyak hewan/nabati, disusul kopi, teh, rempah-rempah, serta bahan bakar mineral.

Di sisi lain, aktivitas impor justru menunjukkan tren menurun. Pada Desember 2025, impor Lampung tercatat US$162,51 juta, turun 14,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, total impor mencapai US$2,07 miliar, sehingga Lampung mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$499,47 juta pada akhir tahun.

Memasuki Januari 2026, BPS mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,07 persen. Penurunan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dipicu oleh turunnya harga cabai, bawang merah, dan beberapa komoditas pangan lainnya. Meski demikian, secara tahunan, inflasi Lampung tercatat 1,90 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2025.

Dari sisi kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada Januari 2026 berada di angka 128,17, turun 1,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hampir seluruh subsektor pertanian mengalami penurunan, kecuali perikanan tangkap yang masih mencatatkan pertumbuhan.

Sementara itu, geliat ekonomi juga tercermin dari sektor pariwisata dan transportasi. Tingkat hunian hotel berbintang meningkat, dan jumlah penumpang kereta api melonjak 29,08 persen. Angkutan udara dan laut pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Secara keseluruhan, BPS menilai ekonomi Lampung berada dalam kondisi stabil dengan dukungan kuat dari sektor ekspor, inflasi yang terkendali, serta meningkatnya aktivitas pariwisata dan transportasi. Namun, perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani tetap menjadi pekerjaan rumah ke depan.

 

Sumber: BPS Provinsi Lampung

Editor: fhee. Transsewu.com

About The Author