Kolaborasi dengan BUMN, Bupati Egi Dorong Pariwisata Lampung Selatan Tembus Pasar Nasional

Screenshot_20260402_210129~2

Transsewu.com |LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Upaya ini dilakukan guna mendorong potensi wisata daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan lanjutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama sejumlah pihak seperti Danantara, InJourney, dan PTPN di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Egi menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah pada periode 2026–2027. Konsep yang diusung berfokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi desa.

“Lampung Selatan memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari pesona pantai hingga lanskap alam yang menarik. Ini harus kita kelola secara optimal agar dikenal lebih luas,” ujar Egi.

Ia juga menyoroti posisi strategis Lampung Selatan sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra yang dinilai menjadi nilai tambah dalam menarik wisatawan, khususnya dari Pulau Jawa. Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah optimistis mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata secara signifikan.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata ke depan akan menyasar segmen menengah hingga atas, sehingga mampu memberikan multiplier effect yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama di sekitar kawasan wisata.

Selain itu, Pemkab Lampung Selatan juga terus melakukan pembenahan infrastruktur penunjang, seperti peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata, penguatan konektivitas antarwilayah, hingga pengembangan layanan digital untuk mendukung promosi dan kemudahan akses informasi.

Di sisi lain, kemudahan investasi juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan digitalisasi layanan publik.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, menyampaikan bahwa potensi pengembangan kawasan wisata di Lampung Selatan cukup menjanjikan, meskipun masih memerlukan kajian lebih lanjut.

“Potensi yang ada sangat baik. Selanjutnya akan dilakukan pendalaman untuk menentukan skema kerja sama yang paling tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahap berikutnya akan diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMN.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan Lampung Selatan mampu menghadirkan destinasi wisata baru yang kompetitif di tingkat nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Editor : fhee

About The Author