Semarak Sekura Cakak Buah di Pekon Kegeringan, Tradisi Pemersatu Warga di Hari Kemenangan
Foto : Wakil Bupati Mad Hasnurin menyapa masyarakat dengan penuh kehangatan saat menghadiri Pesta Sekura Cakak Buah di Pekon Kegeringan, Lampung Barat, Rabu (25/3/2026). Senyum dan lambaian tangan menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat dalam suasana penuh kebersamaan di hari kemenangan.
Lampung Barat|transsewu.com – Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan menyelimuti Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat pada Rabu, 25 Maret 2026 (5 Syawal 1447 H). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Pesta Sekura Cakak Buah, tradisi tahunan yang selalu dinantikan usai Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, jajaran DPRD, perwakilan Polres Lampung Barat, Peratin Pekon Kegeringan, Camat dan Sekcam Batu Brak, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Barat.
Pesta Sekura bukan sekadar hiburan rakyat. Tradisi ini menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Lampung Barat. Warga dari berbagai kalangan berbaur tanpa sekat, mengenakan topeng khas Sekura yang mencerminkan dua karakter, yakni Sekura Betik yang rapi dan Sekura Kamak yang tampil bebas dengan busana unik dan nyeleneh.

Arak-arakan Sekura yang berkeliling pekon menjadi daya tarik utama, menghadirkan tawa, canda, serta interaksi hangat antarwarga. Tak ada perbedaan status sosial dalam balutan topeng—semua melebur dalam satu semangat silaturahmi dan rasa syukur pasca-Ramadan.
Puncak kemeriahan ditandai dengan tradisi “cakak buah” atau panjat pinang yang diikuti secara gotong royong. Sorak sorai warga semakin memeriahkan suasana saat peserta berusaha meraih hadiah di puncak batang pinang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat persatuan.
“Sekura ini bukan hanya budaya, tapi juga perekat kebersamaan. Mari kita jaga tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menunjukkan komitmennya dengan memberikan dana hibah kepada 27 pekon yang melaksanakan kegiatan Sekura Cakak Buah tahun ini. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga eksistensi tradisi sekaligus mendorong potensi wisata budaya di daerah.
Melalui Pesta Sekura, masyarakat tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga merawat warisan leluhur yang sarat makna persaudaraan, kegembiraan, dan identitas budaya Lampung Barat.(Daffa)
Editor : IFFAH. Yy|transsewu.com
