Desa PERKASA: Terobosan OJK dan TPAKD untuk Memperkuat Ekonomi Masyarakat Lampung Barat

GridArt_20251203_183721723

Transsewu.com – Lampung Barat,                 27 November 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Barat meresmikan Desa PERKASA (Perekonomian Kuat Masyarakat Sejahtera) di Pekon Giham, Kecamatan Sekincau. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui kolaborasi multipemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Lampung Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M. Danang Harisuseno; Deputi Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Dendy F. Amin; Perwakilan Phintraco Sekuritas, Dinda Kurniawati; Manajer Regional Mekaar Lampung 4 PNM, Dainty Ambarina; Sekretaris BKKBN Provinsi Lampung, Ni Gusti Putu Meiridha; serta perwakilan BRI BO Liwa, BPD Lampung KCP Liwa, BPRS Lampung Barat, pemerintah desa, dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Manajer Senior OJK Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah, menekankan bahwa Desa PERKASA merupakan bagian dari penguatan program TPAKD untuk menjawab tantangan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,40% dan inklusi keuangan 80,51%. Artinya, dari setiap 10 penduduk Indonesia, 8 telah menggunakan produk keuangan, namun baru sekitar 6 yang memahami produk tersebut secara memadai.

“Desa PERKASA adalah wujud nyata komitmen OJK dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga ke tingkat desa. Melalui sinergi industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menggunakan produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat, biaya, serta risikonya secara utuh,” ujar Novandi.

Pekon Giham menjadi desa ketiga yang diresmikan sebagai Desa PERKASA di Provinsi Lampung, setelah sebelumnya diluncurkan di Lampung Timur dan Lampung Utara. Desa ini dipilih karena memiliki potensi unggulan, khususnya kopi robusta, serta kesiapan kelembagaan desa dan dukungan pemerintah daerah.

Pada peluncuran Desa PERKASA, OJK bersama mitra industri menghadirkan berbagai layanan konkret bagi masyarakat Pekon Giham, antara lain:

Pembukaan rekening saham gratis beserta saldo awal (BEI & Phintraco Sekuritas)

200 polis asuransi kecelakaan gratis dari Asuransi Astra

Mesin EDC untuk BUMDes dari BRI dan Bank Lampung

Akses pembiayaan KUR bagi pelaku UMKM dari Bank Lampung

Pembiayaan kelompok bagi ibu rumah tangga melalui PNM

Program pemberdayaan perempuan dari BKKBN

Staf Ahli Bupati Lampung Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M. Danang Harisuseno, mengapresiasi kolaborasi OJK dan mitra. Ia menyebut TPAKD sebagai forum penting percepatan akses keuangan daerah, ditopang oleh dua program unggulan yang telah berjalan baik, yaitu KUR untuk pelaku usaha dan BBM (Bersama Bupati Menabung) untuk pelajar.

Desa PERKASA dirancang sebagai model yang dapat direplikasi ke desa-desa lain dengan lima pilar utama:

1. Kemudahan akses perbankan dan pembiayaan

2. Edukasi keuangan berkelanjutan

3. Perlindungan melalui asuransi

4. Akses investasi pasar modal

5. Pendampingan lintas instansi

Program ini juga terintegrasi dengan berbagai inisiatif mitra, seperti Desa BRILiaN (BRI), Smart Village (BPD Lampung), Kampung Madani (PNM), Desa Nabung Saham (BEI), serta program literasi dan pemberdayaan lainnya.

Dengan hadirnya Desa PERKASA, OJK optimistis dapat menciptakan masyarakat Lampung Barat yang cerdas finansial, mandiri, terlindungi, serta membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan berdaya saing.

 

Editor  ; fhee. Transsewu.com

 

About The Author