OJK Lampung: Kredit Tembus Rp114,57 Triliun, Pembiayaan UMKM dan Minat Investasi Terus Meningkat

OJK04863

Transsewu.com |Bandar Lampung – Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Lampung hingga Mei 2026 tetap menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp114,57 triliun, atau tumbuh 5,35 persen secara tahunan (year on year/yoy), disertai peningkatan penghimpunan dana masyarakat sebesar 8,77 persen.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan kondisi sektor jasa keuangan di Lampung selama Semester I 2026 berada dalam kondisi sehat, tangguh, dan tetap menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

“Stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. OJK terus mendorong agar layanan keuangan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Kredit Produktif Terus Menguat

Pertumbuhan kredit di Lampung didorong oleh meningkatnya penyaluran pada berbagai sektor. Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp54,64 triliun atau tumbuh 2,17 persen, kredit investasi mencapai Rp18,93 triliun dengan pertumbuhan 9 persen, sedangkan kredit konsumsi sebesar Rp40,99 triliun atau meningkat 8,15 persen.

Di sisi lain, kualitas pembiayaan masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross berada di level 2,73 persen, sementara NPL net tercatat 1,31 persen, masih berada dalam batas aman.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan mencapai Rp75,20 triliun, terdiri dari tabungan sebesar Rp43,35 triliun, deposito Rp19,77 triliun, dan giro Rp12,08 triliun.

Pembiayaan UMKM dan KUR Bertumbuh

OJK juga mencatat pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi salah satu fokus utama perbankan.

Sementara itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 mencapai Rp4,35 triliun, meningkat 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pembiayaan tersebut telah dimanfaatkan oleh 73.787 debitur.

Penyaluran KUR terbesar masih terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan yang memiliki basis ekonomi pertanian dan pedesaan cukup kuat.

Industri Pengolahan Dominasi Penyaluran Kredit

Berdasarkan sektor usaha, penyaluran kredit bank umum di Lampung mencapai Rp95,34 triliun. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,6 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran 22,2 persen, sektor rumah tangga 19,4 persen, sektor lainnya 18,44 persen, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,5 persen.

Secara wilayah, Kota Bandar Lampung masih menjadi pusat penyaluran kredit dengan kontribusi 57,86 persen, diikuti Kota Metro sebesar 10,43 persen.

Investasi Masyarakat Terus Bertambah

Perkembangan sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan kinerja yang stabil. Outstanding pembiayaan P2P Lending mencapai Rp1,55 triliun, sedangkan aset dana pensiun tercatat sebesar Rp199,05 miliar.

Di sektor pasar modal, minat masyarakat Lampung untuk berinvestasi juga terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 203.565 investor, dengan nilai transaksi saham dan efek mencapai Rp3,22 triliun.

Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen Diperkuat

Sepanjang Semester I 2026, OJK Lampung telah menyelenggarakan 35 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti 8.315 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, petani, pelaku UMKM hingga kelompok perempuan.

Selain itu, OJK juga memberikan 4.660 layanan konsumen serta memproses 11.620 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), baik secara tatap muka maupun daring.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sejumlah program inklusi keuangan terus dikembangkan, di antaranya pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Perkasa di Lampung Timur, pengembangan Program Bank Sampah Sekolah di lima SMA/SMK di Bandar Lampung, serta implementasi Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Al-Ghifari Lampung Timur dan Al-Muhsin Kota Metro.

OJK optimistis sinergi bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan media akan semakin memperkuat sektor keuangan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.(rls/fhe)

About The Author