DSC00717

Transsewu.com |Lampung Selatan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung menggelar Capacity Building Penulisan Berita Ekonomi bagi jurnalis mitra media sebagai upaya meningkatkan kualitas pemberitaan ekonomi yang akurat, berimbang, dan berbasis data.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Lampung Selatan, pada 9–11 Juli 2026 itu menghadirkan Anggota Dewan Pers RI, Abdul Manan, sebagai narasumber.

Deputy General Manager KPw BI Provinsi Lampung, Ahmad Subarkah, mengatakan penguatan kapasitas wartawan menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam membangun komunikasi kebijakan ekonomi yang efektif kepada masyarakat melalui media massa.

Menurutnya, perkembangan ekonomi yang semakin dinamis menuntut jurnalis tidak hanya menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga mampu mengolah data menjadi pemberitaan yang memberikan pemahaman utuh kepada publik.

“Media memiliki peran penting dalam menjembatani penyampaian informasi kebijakan ekonomi kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat memperkaya pemberitaan melalui analisis berbasis data, tidak hanya mengandalkan siaran pers,” ujar Ahmad Subarkah.

Dalam sesi materi, Abdul Manan menekankan pentingnya penerapan kode etik jurnalistik dalam setiap proses peliputan, khususnya pada isu-isu ekonomi yang memiliki pengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Ia menjelaskan bahwa wartawan ekonomi dituntut memahami data, menguasai konteks persoalan, serta menyampaikan informasi secara independen, akurat, dan mudah dipahami pembaca.

“Informasi ekonomi harus disampaikan secara benar dan proporsional. Wartawan memiliki tanggung jawab untuk mengubah data yang kompleks menjadi informasi yang jelas tanpa menghilangkan akurasinya,” kata Abdul Manan.

Melalui kegiatan tersebut, KPw BI Provinsi Lampung berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat sehingga mampu menghasilkan pemberitaan ekonomi yang berkualitas, meningkatkan literasi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas ekonomi di daerah. (Fhe)

About The Author