Hujan Tak Surutkan Semangat Warga, Bupati Radityo Egi Hadiri Tradisi Sedekah Bumi Sumur Kumbang yang Berusia 206 Tahun

Screenshot_20260802_192544~2

Transsewu.com |KALIANDA – Guyuran hujan yang sempat mengguyur Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (31/7/2026), tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan. Antusiasme warga justru semakin terasa setelah cuaca kembali cerah.

Perayaan adat yang telah diwariskan selama 206 tahun sejak 1820 itu semakin semarak dengan kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mengikuti rangkaian kegiatan bersama masyarakat dari awal hingga selesai.

Warga dari berbagai kalangan tetap memadati lokasi acara meski sempat diguyur hujan. Tradisi Sedekah Bumi menjadi momentum ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil panen, kesehatan, dan rezeki, sekaligus wujud kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Kedatangan Bupati Radityo Egi disambut hangat oleh masyarakat yang sejak pagi bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

Bagi masyarakat Desa Sumur Kumbang, momen tersebut memiliki makna tersendiri. Selain menjadi tradisi tahunan yang sarat nilai religius dan kebersamaan, kehadiran kepala daerah memberikan semangat baru untuk terus menjaga budaya yang telah bertahan lebih dari dua abad.

Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Lampung Selatan beserta jajaran. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi yang menjadi identitas desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan beserta seluruh jajaran. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga. Bagi kami, Sedekah Bumi adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, hasil panen, dan kesehatan yang telah diberikan,” ujar Armad.

Rasa syukur juga diungkapkan salah seorang warga, Nur Astuti. Ia mengaku terharu karena untuk pertama kalinya tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan.

“Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati hadir. Kami sangat berterima kasih karena beliau memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat untuk terus melestarikan tradisi Sedekah Bumi ini,” katanya.

Menurut Nur Astuti, tradisi yang rutin digelar setiap bulan Muharam itu bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen, kesehatan, dan rezeki yang diterima. Karena itu, tradisi tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan warga Desa Sumur Kumbang.

Hal senada disampaikan pemuda desa, Agus. Ia menilai kehadiran Bupati Radityo Egi Pratama menjadi dorongan moral bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur.

“Kami senang dan bangga karena Pak Bupati bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi muda untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak cucu nanti,” ujarnya.

Masyarakat berharap perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal terus berlanjut. Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang diharapkan tetap lestari serta menjadi kebanggaan daerah yang terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Rls/fhe)

About The Author