Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Sita 89 Kg Sabu

file_0000000008b082068eee4b687813756a

Transsewu.com |BANDAR LAMPUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung membongkar jaringan peredaran gelap narkoba internasional yang melibatkan jaringan Malaysia, Aceh hingga Jakarta.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita 89 kilogram sabu serta sejumlah barang bukti narkoba dan barang terkait lainnya. Pengungkapan kasus itu disampaikan dalam ekspos yang digelar di Siger Lounge, Selasa (6/10/2026).

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, memimpin langsung ekspos pengungkapan kasus tersebut bersama jajaran Polres Lampung Selatan.

Helfi mengatakan, pengungkapan dilakukan dalam periode pertengahan September hingga awal Oktober 2026. Jaringan yang dibongkar diketahui memiliki keterkaitan dengan sindikat narkoba dari Aceh, Jakarta dan Malaysia.

“Pengungkapan ini selama periode pertengahan September sampai dengan awal Oktober berhasil mengungkap 89 kilogram sabu beserta barang haram lainnya dari jaringan sindikat Aceh, Jakarta dan Malaysia,” ujar Helfi.

Dari pengungkapan tersebut, terdapat dua kasus dengan total tujuh tersangka. Tiga di antaranya diamankan jajaran Polres Lampung Selatan saat menggunakan mobil mewah BMW.

Ketiga tersangka tersebut yakni MW (43) dan MF (25), keduanya warga Kabupaten Aceh Timur, serta PAS (32), warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang diketahui pernah bekerja di Malaysia.

Sementara empat tersangka lainnya yakni WHY (40), warga Langsa, Aceh; YL (49), warga Depok, Jawa Barat; serta MZG (30), warga Aceh.

Selain sabu, polisi turut mengamankan barang bukti lainnya berupa 1.929 pcs etomidate, etomidate cair sebanyak tujuh jerigen atau sekitar 8,4 liter, uang tunai Rp251,5 juta, tiga unit mobil dan sembilan unit telepon seluler.

Kapolda mengungkapkan, nilai ekonomis seluruh barang bukti narkoba yang berhasil disita dalam pengungkapan tersebut mencapai sekitar Rp191,187 miliar.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Lampung dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya jaringan internasional yang menjadikan wilayah Lampung sebagai salah satu jalur peredaran.(rls/fhe)