Aderly Imelia Sari Terpilih Pimpin KPPI Lampung, Fokus Perkuat Konsolidasi dan Peran Perempuan dalam Politik
Transsewu.com |BANDAR LAMPUNG — Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung menetapkan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Ir. Aderly Imelia Sari, ST, MT, sebagai Ketua DPD KPPI Lampung periode 2026–2031. Terpilih secara aklamasi, Aderly akan memimpin agenda utama KPPI Lampung untuk memperkuat konsolidasi perempuan lintas partai, meningkatkan kapasitas politik, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan daerah.
Aderly terpilih dalam Musda yang berlangsung di Akar Hotel, Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026). Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi KPPI Lampung untuk membangun kolaborasi lintas partai sekaligus memperluas ruang bagi perempuan agar semakin aktif dan berpengaruh dalam kehidupan politik.
Kepengurusan DPD KPPI Lampung periode 2026–2031 juga mencerminkan keterwakilan politik lintas partai. Dr. Winarti, SE, MH, kader PDI Perjuangan, dipercaya sebagai Sekretaris. Sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Ir. Yusronida Suralaga dari Partai Golkar.
Susunan kepengurusan tersebut disahkan melalui SK DPP KPPI Nomor 94/B/DPP-KPPI/SK/VI/XI/2026 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan DPD KPPI Lampung Periode 2026–2031.
Usai menerima amanah tersebut, Aderly mengatakan kepemimpinan KPPI bukan semata-mata jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab bersama untuk memperkuat perjuangan perempuan di bidang politik.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota KPPI Lampung membangun komunikasi serta kolaborasi tanpa melihat perbedaan latar belakang partai politik.
“Mari kita bersama bergandengan tangan dan saling melengkapi. Serta membangun organisasi menjadi lebih solid dan lebih bermanfaat lagi bagi kaum wanita terutama di Lampung,” kata Aderly.
Menurut Aderly, keberadaan KPPI harus mampu menjadi ruang bersama bagi perempuan yang memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia menilai perempuan memiliki kapasitas untuk mengambil peran lebih besar dalam proses pengambilan keputusan, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.
Karena itu, KPPI Lampung ke depan akan diarahkan tidak hanya sebagai wadah komunikasi dan konsolidasi perempuan politik, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas, wawasan dan keberanian perempuan dalam mengambil peran strategis.
“Kita hadirkan kontribusi nyata dari kaum perempuan untuk Lampung. KPPI Lampung adalah rumah bersama bagi perempuan-perempuan yang memiliki semangat, gagasan dan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Aderly juga menekankan pentingnya membangun solidaritas antarperempuan politik. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.
Dorong Kesetaraan Perempuan di Politik
Dari DPP KPPI, Atelia Seristiani mengatakan KPPI memiliki peran strategis dalam menyatukan berbagai potensi perempuan yang terlibat dalam dunia politik.
Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi jembatan bagi perempuan dari berbagai latar belakang politik untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas dan memperjuangkan ruang politik yang lebih setara.
“Ini salah satu bentuk tanggung jawab bersama bagi kaum perempuan, terutama di Lampung dalam memperjuangkan kesetaraan pada Pemilu mendatang,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru KPPI Lampung mampu meneruskan kerja-kerja organisasi dengan memperkuat kaderisasi dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses politik.
Menurut Atelia, keterlibatan perempuan dalam politik tidak cukup hanya diukur dari jumlah keterwakilan. Lebih dari itu, perempuan perlu memiliki kapasitas dan posisi yang kuat sehingga mampu ikut menentukan arah kebijakan publik.
Karena itu, konsolidasi organisasi perempuan politik dinilai penting untuk mendorong lahirnya lebih banyak perempuan yang siap tampil sebagai pemimpin dan pengambil keputusan.
Momentum Perkuat Konsolidasi
Musda ke-V KPPI Lampung tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah organisasi selama lima tahun mendatang.
Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi perempuan, partai politik, lembaga legislatif, pemerintah daerah, akademisi serta berbagai elemen masyarakat.
Penguatan kapasitas politik perempuan juga menjadi salah satu hal penting agar perempuan tidak hanya hadir sebagai pelengkap dalam kontestasi politik, tetapi mampu memberikan gagasan dan kontribusi dalam penyusunan kebijakan publik.
Dengan kepemimpinan Aderly Imelia Sari dan komposisi pengurus lintas partai, KPPI Lampung diharapkan semakin solid dalam menjalankan agenda pemberdayaan perempuan serta mendorong meningkatnya keterwakilan perempuan dalam politik.
Musda ke-V sekaligus menegaskan kembali posisi KPPI sebagai rumah bersama bagi perempuan politik di Lampung untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (Fhe)
