Lampung Raih Tiga Penghargaan Nasional, Ekosistem Ekonomi Syariah Kian Menguat
Transsewu.com |JAKARTA – Pemerintah Provinsi Lampung kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Lampung berhasil membawa pulang tiga penghargaan dalam ajang Malam Anugerah Adinata Syariah 2026 dan Apresiasi Mitra Pendukung Ekonomi Syariah 2026 yang berlangsung di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus memperkuat industri halal di Provinsi Lampung.
Dalam ajang yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu, Lampung memperoleh penghargaan pada tiga kategori, yakni peringkat kelima untuk pertumbuhan pelaku usaha bersertifikasi halal, kategori nilai ekspor halal, serta penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region.
Penghargaan pertumbuhan pelaku usaha bersertifikasi halal diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Sementara itu, penghargaan kategori nilai ekspor halal diberikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Adapun penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region diserahkan oleh Direktur Eksekutif KNEKS, Salahudin Al Ayyubi.
Prestasi tersebut mencerminkan perkembangan upaya Lampung dalam membangun ekosistem ekonomi syariah melalui peningkatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, penguatan industri produk halal, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah.
Ekonomi Syariah Harus Berdampak bagi Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pengembangan ekonomi syariah Indonesia, menekankan bahwa keberhasilan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset maupun jumlah lembaga keuangan.
Menurutnya, penerapan prinsip ekonomi syariah harus mampu menghadirkan keadilan, keseimbangan, dan kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dampak tersebut, antara lain, dapat diwujudkan melalui pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan industri halal yang berkelanjutan.
“Jangan hanya mengejar pertumbuhan yang memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat. Itulah hakikat pembangunan ekonomi syariah,” ujar Ma’ruf Amin.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Anugerah Adinata Syariah yang dinilai mampu mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan ekonomi syariah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ma’ruf Amin turut menyoroti posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah global yang disebut berada di peringkat keempat. Dengan potensi pasar dan sumber daya yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Ia berharap ajang tersebut dapat berkembang menjadi gerakan yang semakin inklusif dan berkelanjutan sehingga Indonesia mampu meningkatkan posisinya di tingkat global.
Pemerintah Daerah Punya Peran Strategis
Direktur Eksekutif KNEKS, Salahudin Al Ayyubi, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.
Menurut Salahudin, Anugerah Adinata Syariah bukan semata-mata ajang pemberian penghargaan, melainkan juga sarana mendorong lahirnya inovasi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kualitas kebijakan daerah dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah.
Penilaian penghargaan tahun ini dilakukan dengan mempertimbangkan kepemimpinan, inovasi, dan implementasi program nyata. Aspek yang dinilai mencakup penguatan industri halal, pengembangan keuangan syariah, peningkatan literasi dan inklusi, kelembagaan, serta kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jadi Momentum Memperkuat Ekonomi Daerah
Tiga penghargaan yang diraih Lampung diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor.
Penguatan sertifikasi halal, peningkatan kapasitas UMKM, serta perluasan pasar produk halal menjadi langkah penting agar prestasi di tingkat nasional dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pengembangan ekonomi syariah diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperbesar kontribusi industri halal terhadap perekonomian daerah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat, Lampung memiliki peluang untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.(rls/fhe)
(Redaksi)
