BI Dan ITERA , Luncurkan QRIS TAP pada SMART BRT, Tandai Kick-Off SIGER Fest 2026.

IMG-20260619-WA0036

Transsewu.com |Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung resmi meluncurkan layanan QRIS TAP pada SMART BRT ITERA sekaligus membuka rangkaian SIGER Fest 2026 di kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Rabu (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung melalui digitalisasi berbagai sektor, mulai dari layanan publik, transportasi, UMKM, pendidikan, perlindungan sosial hingga inovasi daerah.

Kick-Off SIGER Fest 2026 dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Rektor ITERA I Nyoman Pugeg Aryantha, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah, serta dihadiri unsur DPRD Provinsi Lampung, DPRD Kota Bandar Lampung, penyedia jasa pembayaran, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih adaptif dan berdaya saing.

Hingga April 2026, jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung telah mencapai 889 ribu merchant, dengan nilai transaksi sebesar Rp1,87 triliun dan volume transaksi mencapai 22,4 juta transaksi. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital serta semakin kuatnya fondasi ekonomi dan keuangan digital di Lampung.

Melanjutkan kesuksesan SIGER Fest 2025 yang berhasil menarik lebih dari 10 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp650 juta, SIGER Fest 2026 kembali hadir sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, UMKM, penyedia jasa pembayaran, komunitas, dan media.

Melalui kolaborasi tersebut, SIGER Fest diharapkan dapat memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital, meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing UMKM, mendorong inovasi daerah, serta memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Rangkaian SIGER Fest 2026 diawali dengan transformasi sektor perlindungan sosial melalui piloting digitalisasi bantuan sosial di Kota Metro. Selain itu, berbagai kegiatan edukasi keamanan transaksi digital, perlindungan konsumen, festival kuliner UMKM, apresiasi program unggulan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), hingga kegiatan olahraga dan komunitas bagi generasi muda juga akan digelar sepanjang rangkaian acara.

Pada momentum yang sama, BI bersama ITERA meluncurkan implementasi QRIS TAP pada layanan SMART BRT ITERA. Inovasi ini memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi dilakukan lebih cepat, mudah, aman, dan praktis hanya dengan melakukan tap menggunakan perangkat yang mendukung fitur NFC.

Implementasi QRIS TAP tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna transportasi publik sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Tidak hanya mendorong digitalisasi, SIGER Fest 2026 juga menghadirkan nilai sosial. Sebagian biaya pendaftaran peserta pada sejumlah kegiatan akan disalurkan dalam bentuk wakaf produktif untuk pembangunan sumur bor di lahan pertanian Kabupaten Mesuji.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kelompok petani penerima manfaat.

Melalui dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, SIGER Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan di Lampung. Digitalisasi pada sektor pemerintahan, perlindungan sosial, pendidikan, transportasi, UMKM, komunitas, hingga pertanian diyakini mampu meningkatkan efisiensi transaksi, kualitas layanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta kesejahteraan masyarakat Lampung. (rls/fhe)

 

 

About The Author