Bupati Egi: Pembangunan Lampung Selatan Harus Seimbang, SDM dan UMKM Jadi Perhatian

Screenshot_20260803_180347~2

Transsewu.com | LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan nilai spiritual, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Shobat (Sholawat Bareng Bupati) di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Selasa malam (30/6/2026).

Kegiatan Shobat tidak hanya menjadi momentum syiar keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi menyerahkan bantuan stimulan kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sragi.

Di hadapan ratusan jemaah, Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Shobat bukan sekadar kegiatan bersholawat bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, ukhuwah, dan kepedulian terhadap pembangunan manusia.

“Kita hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Tantangan ekonomi, teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut kita memiliki ilmu sekaligus akhlak yang kuat. Karena itulah malam ini kita berkumpul di forum Shobat, bukan sekadar bersholawat, tetapi memperkuat hati, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia,” ujar Bupati Egi.

Ia menegaskan, pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM dan kerukunan masyarakat. Sebab, kemajuan fisik tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung masyarakat yang memiliki karakter, moral, serta semangat kebersamaan.

“Sebesar apa pun pembangunan yang kita lakukan, kalau manusianya tidak dibangun, hasilnya tidak akan maksimal. Kekuatan daerah bukan hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada masyarakat yang memiliki karakter, moral, dan kebersamaan yang kuat,” tegasnya.

Semangat tersebut, lanjut Egi, sejalan dengan implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Program ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang modern dan maju, namun tetap berakar pada nilai agama, budaya, serta semangat gotong royong.

Melalui Program Desa HELAU, Pemkab Lampung Selatan mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan pelayanan publik yang semakin optimal. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.

Selain aspek ekonomi dan pelayanan publik, Desa HELAU juga menempatkan masjid sebagai salah satu pusat pembinaan umat. Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang gemar mengaji, berkarakter, serta memiliki benteng moral yang kuat.

“Program ini akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan. Ketika pelayanan semakin baik, perekonomian warga bergerak, dan masjid menjadi pusat pembinaan umat, maka Desa HELAU benar-benar hadir memberi manfaat nyata,” kata Egi.

Melalui kegiatan Shobat, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan jajaran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Bupati Egi berharap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan seperti Shobat dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran pejabat utama dan kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, Camat Sragi, serta Kepala Desa Kuala Sekampung. (Rls/fhe)

About The Author