Ekspor Perdana Tapioka Lampung ke Tiongkok Dilepas dari Pelabuhan Panjang, Perkuat Posisi Daerah di Pasar Global

IMG-20260512-WA0081

Transsewu.com |Bandarlampung, 5 Mei 2026 — Provinsi Lampung kembali menunjukkan kekuatan sektor pertanian dan industrinya di pasar internasional melalui pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok yang dilaksanakan di Pelabuhan Regional 2 Panjang, Bandarlampung.

Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka senilai sekitar Rp26 miliar diberangkatkan menuju pasar Tiongkok oleh CV Intan Group, perusahaan mitra Pelindo Regional 2 Panjang. Ekspor ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas unggulan Lampung, khususnya singkong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu hasil bumi andalan daerah.

Kegiatan pelepasan ekspor dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kapolda Lampung Helfi Assegaf serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. Hadir pula sejumlah instansi terkait, mulai dari Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar hingga Asosiasi Maritim Pelabuhan Regional 2 Panjang.

CEO Intan Group, Jeremy Gozal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekspor perdana tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas pasar internasional produk olahan Lampung.

“Ini menjadi momentum strategis bagi kami untuk memperkenalkan kualitas tepung tapioka Lampung ke pasar global, khususnya Tiongkok. Kami optimistis produk daerah mampu bersaing dan terus diminati negara tujuan ekspor lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menegaskan bahwa seluruh proses karantina dilakukan sesuai standar internasional guna menjamin keamanan dan kualitas produk ekspor.

“Kami memastikan seluruh komoditas yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan negara tujuan sehingga aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” jelasnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa komoditas unggulan Lampung mampu menembus pasar dunia dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan hilirisasi. Pemerintah Provinsi akan terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha agar ekspor semakin berkembang dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara,” kata Gubernur.

Di sisi lain, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan aktivitas ekspor di wilayah Sumatera bagian selatan.

Menurutnya, sinergi antarinstansi dan stakeholder menjadi faktor penting dalam memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang utama perdagangan dan logistik regional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis Sertifikat Phytosanitari dan Nota Pelayanan Ekspor (NPE), dilanjutkan prosesi “pecah kendi” oleh Gubernur Lampung bersama para tamu undangan sebagai tanda resmi pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok.

 

Editor : fhee

About The Author