Era Baru SPMB Lampung: Domisili Bukan Penentu, Nilai Tes Jadi Kunci
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H.
Transsewu.com |Bandar Lampung — Perubahan besar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Provinsi Lampung dipastikan akan mengubah wajah seleksi masuk SMA/SMK. Dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Jumat (24/04/2026), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memaparkan secara langsung arah kebijakan baru yang menekankan kemampuan akademik sebagai faktor utama kelulusan.
Duduk santai di balik meja kerjanya, Thomas menegaskan bahwa sistem lama yang terlalu bertumpu pada zonasi kini ditinggalkan. Menurutnya, pendekatan tersebut selama ini kurang mendorong semangat belajar siswa.
“Sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan jarak rumah. Kita ingin anak-anak benar-benar siap secara akademik. Kalau tidak belajar, ya tidak akan lolos,” ujarnya tegas.
Dalam penjelasannya, Thomas mengungkapkan bahwa pendaftaran sekolah unggulan akan dibuka pada 2 hingga 5 Juni 2026, sementara jalur reguler berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026.
“Yang paling mendasar, tahun ini kita terapkan tes berbasis komputer atau CAT. Tujuannya untuk menguji apakah nilai rapor benar-benar mencerminkan kemampuan siswa,” jelasnya.
Zonasi Bukan Penentu Lagi
Dalam wawancara tersebut, Thomas secara gamblang menyatakan bahwa zonasi kini hanya berfungsi sebagai syarat administratif.
“Dekat sekolah itu hanya untuk mendaftar. Tapi penentunya tetap hasil tes. Jadi semua punya peluang yang sama, selama dia mampu,” katanya.
Ia menambahkan, jika siswa tidak lolos melalui jalur domisili, masih tersedia jalur prestasi yang justru memiliki kuota terbesar.
Afirmasi Tetap Dijaga, Verifikasi Diperketat
Untuk memastikan keadilan, jalur afirmasi tetap dipertahankan dengan proses verifikasi yang lebih ketat.
“Kita tidak ingin salah sasaran. Data kita sinkronkan dengan Dinas Sosial dan Kementerian Sosial, dilihat dari desil ekonomi. Yang benar-benar berhak, itu yang kita utamakan,” ujarnya.
Sistem Transparan dan Real-Time
Salah satu poin yang paling ditekankan dalam wawancara tersebut adalah transparansi. Melalui sistem CAT, hasil tes bisa langsung diketahui oleh peserta.
“Begitu selesai, nilainya langsung keluar. Ini transparan. Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan protes. Sistem kita terbuka,” tegas Thomas.
Ia juga menyinggung pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana kerap muncul polemik terkait hasil seleksi. Namun, ia optimistis sistem baru ini mampu meminimalisir persoalan tersebut.
Dorong Budaya Belajar dan Kompetisi Sehat
Lebih jauh, Thomas berharap kebijakan ini menjadi momentum untuk membangun budaya belajar yang lebih kuat di kalangan siswa.
“Kita ingin menciptakan kompetisi yang sehat. Anak-anak harus punya daya saing. Ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” katanya.
Di akhir wawancara, ia menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mendukung anak-anak dalam menghadapi sistem baru ini.
Editor : fhee
