Gubernur Mirza Dorong Mahasiswa UNILA Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Kemajuan Lampung
Transsewu.com |BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan dan meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang menghadirkan inovasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mirza saat menjadi narasumber dalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (UNILA) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna UNILA, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kampus untuk Lampung: Mahasiswa Berdampak bagi Daerah” itu diikuti 9.450 mahasiswa baru dari berbagai daerah di dalam maupun luar Lampung.
Di hadapan ribuan mahasiswa, Mirza mengajak generasi muda memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengasah keberanian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial.
“Kampus bukan hanya tempat untuk meraih gelar. Kampus mari kita jadikan tempat kita membentuk cara berpikir, membentuk karakter, keberanian, dan kepedulian,” ujar Mirza.
Menurutnya, kampus merupakan ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menguji kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Keberagaman latar belakang mahasiswa UNILA, baik yang berasal dari berbagai wilayah di Lampung, luar daerah, hingga luar negeri, juga menjadi modal penting dalam melahirkan perspektif dan gagasan baru untuk pembangunan.
“Kampus akan menjadi rumah saudara, tempat adik-adik tumbuh menguji gagasan, dan yang paling penting adalah mempersiapkan masa depan untuk mendapatkan cita-cita,” katanya.
SDM Berkualitas Jadi Kunci Hilirisasi Komoditas Lampung
Mirza menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung kemampuan manusia untuk mengelola, mengembangkan, dan meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.
Ia mencontohkan, berbagai komoditas unggulan Lampung memiliki posisi penting di tingkat nasional maupun global. Namun, sekitar 54 persen komoditas Lampung masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga potensi nilai tambahnya belum sepenuhnya dinikmati masyarakat daerah.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menghadirkan inovasi dan mendorong hilirisasi komoditas unggulan Lampung.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menciptakan teknologi, mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi baru.
“Ilmu yang diperoleh selama di UNILA harus kembali kepada rakyat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi, dan yang paling penting dalam bentuk perubahan yang dapat dirasakan,” ungkapnya.
Penguatan SDM juga dinilai penting untuk mengoptimalkan bonus demografi. Besarnya jumlah penduduk usia muda di Lampung dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diiringi peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta pembentukan karakter.
“Kunci kemajuan suatu peradaban adalah kualitas sumber daya manusia yang baik,” tegas Mirza.
Mahasiswa Dipersiapkan Menyongsong Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Mirza mengingatkan bahwa mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan tinggi merupakan calon pemimpin yang akan berperan di tengah masyarakat ketika Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak, kemampuan beradaptasi, serta keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan.
Ia berharap generasi muda mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan pembangunan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, maupun persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Persiapkan kualitas diri yang memiliki ilmu dan akhlak untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan. Lampung membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berani turun menyelesaikan masalah daerah,” pesannya.
Menutup sambutannya, Mirza mengajak mahasiswa UNILA untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mahasiswa diharapkan berani mengambil peran sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kontribusi nyata generasi muda, pembangunan Lampung diharapkan semakin berkualitas, memiliki daya saing, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan berpendidikan, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas, kreativitas, dan komitmen untuk memajukan daerah.(fhe)
Transsewu.com — Handal, Tangguh & Value
