HLM TP2DD 2026, Lampung Tengah Perkuat Roadmap Digitalisasi Transaksi Daerah
Transsewu.com |Lampung Tengah — Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmen dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Plt Kepala Bapenda, seluruh kepala OPD se-Kabupaten Lampung Tengah, serta Kepala Cabang Bank Lampung Bandar Jaya. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk penyusunan roadmap implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Digitalisasi transaksi pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang modern, efisien, transparan, serta akuntabel. Selain itu, penerapan transaksi non tunai juga diyakini mampu meningkatkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem penerimaan yang lebih tertib, terintegrasi, dan berbasis data.
Berdasarkan data Satgas TP2DD tahun 2025, pemerintah daerah yang telah berada pada tahap “Digital” tercatat memiliki realisasi penerimaan dan belanja lebih tinggi, yakni sekitar 35 hingga 43 persen dibanding daerah pada tahap lainnya. Digitalisasi pembayaran juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Kabupaten Lampung Tengah sendiri mencatat capaian positif dalam implementasi digitalisasi daerah. Berdasarkan hasil Championships TP2DD 2025, Kabupaten Lampung Tengah berhasil menempati peringkat kedua tingkat kabupaten se-Provinsi Lampung dengan skor 80,03 dan telah masuk kategori “Digital”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa roadmap menjadi alat navigasi penting dalam memastikan setiap tahapan transformasi digital berjalan konsisten dan terukur.
“Roadmap implementasi ETPD dapat dimulai dengan mengidentifikasi sektor dan jenis transaksi yang dapat dielektronifikasi secara optimal pada tahun pertama, kemudian diperluas secara bertahap pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menegaskan bahwa sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, Lampung Tengah masih memiliki banyak potensi pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan melalui digitalisasi.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang akan segera diimplementasikan antara lain digitalisasi penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum, digitalisasi retribusi sembilan pasar daerah, penggunaan Virtual Account untuk penerimaan pajak, hingga studi kelayakan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) bekerja sama dengan Bank Lampung.
Melalui HLM TP2DD 2026 ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Bank Lampung berkomitmen memperkuat koordinasi dalam percepatan implementasi ETPD guna mendorong peningkatan adopsi transaksi digital di masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di daerah.
Editor : fhee
