OJK dan Pemprov Lampung Luncurkan Siger Taruna Preneur, Cetak Wirausaha Muda Desa
Transsewu.com|BANDAR LAMPUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Karang Taruna Provinsi Lampung, PT BPD Lampung, dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan Program Siger Taruna Preneur.
Program tersebut merupakan kolaborasi untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda di wilayah perdesaan.
Melalui program ini, Karang Taruna menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi wadah kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi generasi muda di desa.
Di bawah kepemimpinan Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., Karang Taruna Provinsi Lampung memperluas perannya sebagai salah satu penggerak pemberdayaan ekonomi pemuda desa, tanpa meninggalkan fungsi sosial kemasyarakatan yang selama ini dijalankan.
Karang Taruna juga siap menjadi agent of change sekaligus jembatan edukasi keuangan dalam mendukung program prioritas Gubernur Lampung, “DesaKu Maju”.
Melalui Siger Taruna Preneur, pemuda desa akan mendapatkan edukasi mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan modal usaha, hingga kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan, Siger Taruna Preneur dirancang tidak berhenti pada kegiatan literasi keuangan, tetapi menjadi rangkaian pemberdayaan yang berkelanjutan.
«“Siger Taruna Preneur tidak berhenti pada kegiatan literasi keuangan. Program ini dirancang sebagai sebuah journey pemberdayaan yang menghubungkan pemuda desa dengan peningkatan kapasitas usaha, akses keuangan formal, pendampingan, dan akses pasar,” kata Otto.»
Menurutnya, tujuan akhir program tersebut adalah melahirkan wirausaha muda desa yang produktif, bankable, serta mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di desa masing-masing.
Dalam peluncuran program tersebut juga dilakukan sejumlah kegiatan, antara lain penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang terintegrasi dengan rekening BPD Lampung oleh Direktur Utama BPD Lampung Indra Merviana.
Selain itu, dilakukan pembukaan rekening efek sebagai bagian dari pengenalan investasi legal dan bertanggung jawab sekaligus edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menghindari aktivitas keuangan ilegal dan judi online.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kepala BEI Perwakilan Lampung Hendi Prayogi.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung menyerahkan database calon entrepreneur dari enam desa yang menjadi lokasi pilot project di tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Tengah.
Rangkaian tersebut menandai dimulainya Fase 1 Siger Taruna Preneur, yakni tahap literasi dan peningkatan kesadaran keuangan.
Program ini ditargetkan berlangsung secara berkelanjutan hingga 2028 dengan sejumlah tahapan, mulai dari literasi dan peningkatan kapasitas, pengembangan usaha, perluasan akses pembiayaan, hingga penguatan akses pasar sesuai dengan tingkat kesiapan masing-masing usaha.
Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif peluncuran program tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Lampung, menilai Siger Taruna Preneur sejalan dengan misi pembangunan daerah dalam menciptakan perekonomian yang inklusif dan inovatif.
Pemprov Lampung mendorong generasi muda di desa untuk berani menciptakan nilai tambah dari berbagai komoditas lokal, seperti kopi, kakao, dan singkong.
Produk-produk tersebut diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah, dikemas, dan diberi merek sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dan manfaatnya tetap berputar di desa.
Marindo juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, serta mitra industri untuk memperkuat sinergi dan mengawal keberlanjutan program.
Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Siger Taruna Preneur menjadi salah satu upaya mendukung program DesaKu Maju, khususnya melalui penguatan peran pemuda dan Karang Taruna sebagai simpul penggerak kewirausahaan di tingkat desa. (RLS/FHE)
