Pasca-Rapat Formatur Deadlock, Rycko Menoza Klaim Susunan Pengurus Golkar Bandar Lampung Rampung
Transsewu.com |BANDAR LAMPUNG — Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih berlanjut. Setelah rapat tim formatur yang digelar pada 22 September 2026 dikabarkan mengalami kebuntuan, Ketua DPD Golkar Bandar Lampung terpilih, Rycko Menoza, menggelar rapat tersendiri dan mengklaim telah menyusun komposisi kepengurusan lengkap periode 2026–2031.
Rycko menyampaikan bahwa mayoritas anggota formatur telah membahas susunan kepengurusan secara terperinci. Hasil pembahasan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama DPP Partai Golkar bidang organisasi.
“Kami sudah menyerahkan surat permohonan penetapan kepengurusan ke DPD Golkar Provinsi Lampung pada Jumat lalu. Kiranya bisa segera di-SK-kan untuk pelantikan periode 2026–2031,” kata Rycko dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, surat permohonan penetapan tersebut diajukan setelah mayoritas anggota formatur menyelesaikan pembahasan komposisi kepengurusan dan memutuskan untuk berkoordinasi dengan DPP Golkar bidang organisasi.
Perbedaan usulan tersebut menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan dalam rapat formatur.
Ketegangan semakin meningkat ketika para anggota formatur disodori berkas susunan kepengurusan, tetapi menurut keterangan Rycko, isi dokumen yang memuat nama-nama calon pengurus tidak diperlihatkan secara terbuka kepada seluruh anggota.
Sebelumnya, Musda XI Golkar Bandar Lampung yang berlangsung pada Senin (21/9/2026) diwarnai aksi walk-out Rycko Menoza. Lima orang yang ditetapkan sebagai tim formatur melalui pleno Musda tidak berhasil mencapai kesepakatan dalam menyusun struktur kepengurusan.
Tim formatur tersebut terdiri atas Rycko Menoza sebagai ketua, Hanan A. Rozak sebagai sekretaris, M. Rifai yang mewakili pimpinan kecamatan, Samsir dari unsur pimpinan kecamatan, serta Darma Edi Thabrani dari unsur Karya Kekaryaan.
Rapat yang berlangsung di lantai dua Gedung DPD Partai Golkar Provinsi Lampung itu semula dijadwalkan berlangsung pukul 13.15 hingga 14.00 WIB. Namun, pembahasan yang alot membuat pertemuan berlangsung lebih lama dari jadwal semula.
Menurut versi Rycko, pembahasan mulai menemui jalan buntu ketika tim formatur membicarakan pengisian posisi sekretaris dan bendahara.
Dalam pembahasan tersebut, Rycko menghendaki Mashudi untuk mengisi jabatan sekretaris. Sementara itu, Hanan A. Rozak yang mewakili DPD Golkar Provinsi Lampung mengusulkan Benny Halomoan Nauly untuk posisi yang sama.
Perbedaan usulan tersebut menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan dalam rapat formatur.
Ketegangan semakin meningkat ketika para anggota formatur disodori berkas susunan kepengurusan, tetapi menurut keterangan Rycko, isi dokumen yang memuat nama-nama calon pengurus tidak diperlihatkan secara terbuka kepada seluruh anggota.
Pasca-kebuntuan tersebut, Rycko menggelar rapat tersendiri pada Selasa malam (22/9/2026). Pertemuan itu dihadiri empat orang, yakni Rycko Menoza, Samsir, M. Rifai, dan Darma Edi Thabrani.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mengklaim telah merampungkan susunan kepengurusan dan kemudian mengajukan permohonan penetapan kepada DPD Partai Golkar Provinsi Lampung.
Langkah tersebut menjadi perkembangan terbaru dari dinamika pasca-Musda XI Golkar Bandar Lampung. Namun, kepengurusan periode 2026–2031 masih menunggu penetapan melalui surat keputusan resmi dari pihak yang berwenang.
Berikut susunan tim formatur hasil Musda XI Golkar Bandar Lampung:
* Rycko Menoza — Ketua Formatur.
* Hanan A. Rozak — Unsur DPD Partai Golkar Provinsi Lampung.
* M. Rifai — Unsur pimpinan kecamatan.
* Samsir — Unsur pimpinan kecamatan.
* Darma Edi Thabrani — Unsur Karya Kekaryaan. (*) (rls/fhe)
